Aspartam berbahaya: Fakta atau Mitos?

Aspartam berbahaya: Mitos atau Fakta?

Apa itu aspartam ? Apakah aspartam berbahaya ?

Aspartam bermula dari ide menanggulangi gangguan obesitas yang mewabah di seluruh dunia. Aspartam dapat memberikan rasa manis pada makanan (200 kali lebih manis dibandingkan dengan gula biasa) tanpa kalori berlebih (4kcal/g). Sekarang ini, aspartam merupakan pemanis buatan yang paling sering kita jumpai. Dijual dalam berbagai produk makanan minuman. Dalam artikel ini akan dibahas mengenai efek aspartam terhadap kesehatan tubuh kita.

sp03-kChubby-kid.img_assist_custom-600x380Sejumlah studi telah dilakukan untuk meneliti hubungan pemberian pemanis buatan dengan berat badan pada manusia. Studi yang dilakukan pada orang dewasa umumnya didapatkan kesimpulan bahwa aspartam dapat menurunkan jumlah kalori yang dikonsumsi sehingga dapat digunakan untuk diet penurunan berat badan. Sedangkan studi pada anak didapatkan kesimpulan bahwa apabila pemanis buatan diberikan dalam jangka waktu 20 menit sebelum makan dapat mengurangi total kalori yang dikonsumsi anak. Sedangkan pemberian pemanis buatan saat makan tidak mempengaruhi total kalori yang dkonsumsi anak.

Apakah Aspartam berbahaya?

Banyak sekali klaim bahwa aspartam menyebabkan berbagai masalah kesehatan contohnya penyebab kanker, limfoma, ataupun leukimia. Aspartam digunakan sejak awal tahun 1980-an. Didalam tubuh aspartam akan dipecah menjadi fenilalanin, asam asparka, dan metanol.

Fenilalanin dalam jumlah besar dapat mengakibatkan gangguan mood seperti depresi. Kadar fenilalanin dalam jumlah banyak, juga dapat menganggu pertumbuhan otak terutama pada anak. Asam asparka dapat menyebabkan kematian sel saraf karena dapat mensesitisasi radikal bebas yang dapat mematikan sel saraf. Methanol sendiri didalam tubuh dipeca menjadi formaldehid yang bersifat neurotoksik sehingga dapat menyebabkan gangguan sistem saraf.

Aspartam berbahaya: Mitos atau Fakta?Memang benar aspartam bila dipecah didalam tubuh akan menghasilkan sejumlah “racun” yang berbahaya bagi tubuh, namun sebenarnya sangat sedikit jumlah aspartam yang masuk ke dalam aliran darah. Sebagian besar akan dipecah dan dibuang dari tubuh. Meski demikian hal ini tidak berlaku bagi mereka yang memiliki kelainan fenilketonuria; merupakan penyakit genetik langka dimana tubuh tidak dapat memecah fenilalanin. Ibu dengan kelainan ini juga memiliki resiko memiliki bayi dengan kelainan jantung bawaan, mikrosefalus dan gangguan fungsi neurologis.

Hasil studi mengenai aspartam

Studi dari US National Cancer Institute menyimpulkan bahwa tidak ada peningkatan risiko antara mereka yang mengonsumsi minuman yang mengandung aspartam dengan yang tidak. European Food Safety Authority bahkan menyimpulkan bahwa aspartam aman dikonsumsi ibu hamil maupun anak-anak. Aspartam bukanlah penyebab kanker.

Studi menggunakan binatang percobaan di lab, dengan dosis sebesar 4000 mg/kg pada binatang percobaan tidak menunjukkan peningkatan risiko kesehatan apapun. Sebuah studi kohort retrospektif dilakukan dengan jumlah responden 285.079 pria dan 188.095 wanita berumur 50-71 tahun yang menderita kanker. Kemudian setelah dilakukan survey mengenai tingkat konsumsi aspartam, tidak didapatkan hasil bermakna bahwa konsumsi aspartam sebanyak 400 mg/hari keatas adalah penyebab kanker.

Aspartam telah mendapatkan ijin penggunaan dari berbagai lembaga dunia

  • Food and Drug Administration (FDA)
  • United Nations Food & Agriculture Organization
  • World Health Organization
  • American Heart Association
  • American Dietetic Association
  • American Cancer Society
  • American Diabetes Association
  • UK Food Standards Agency
  • French Food Safety Agency
  • Health Canada
  • Food Standards Australia New Zealand
  • Massachusetts Institute of Technology

Telah ada generasi baru pemanis buatan yaitu acesulfame-K, sukralosa, alitam, neotam. Namun belum banyak studi yang dapat menggambarkan risikonya untuk kesehatan.

Berapa banyak aspartam yang aman dikonsumsi

Di US, pemanis buatan sudah diuji oleh FDA dan kemudian dibuat batasan pemakaian perhari sejumlah 50 mg per kg berat badan. EFSA badan regulasi makanan Eropa menetapkan batasan aspartam 40 mg/kg. Sebagai gambaran 1 paket pemanis buatan biasanya mengandung 35 mg sedangkan 1 kaleng minuman 192 mg. Jadi bila anda memiliki berat badan 75 kg anda dapat mengkonsumsi 19 kaleng minuman soda atau 107 paket pemanis buatan.

Kesimpulan

Banyak opini dan percobaan telah dilakukan untuk meniliti keamanan aspartam. Aspartam telah mendapatkan label “aman” dari berbagai lembaga kesehatan dunia. Kesimpulan lembaga kesehatan dunia adalah bahwa aspartam aman dikonsumsi pada jumlah 40mg/kg, kecuali pada orang yang menderita kelainan langka seperti fenilketonuria. Aspartam juga dapat digunakan untuk membantu diet pasien-pasien dengan obesitas.

Ditulis oleh Dr. Angelo

Referensi:

https://mywayofeating.wordpress.com/2013/03/07/aspartam/

http://www.eufic.org/page/en/page/FAQ/faqid/Aspartame_QA/

https://www.sciencebasedmedicine.org/aspartame-truth-vs-fiction/

http://annonc.oxfordjournals.org/content/15/10/1460.full

http://ajcn.nutrition.org/content/96/6/1249.full

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/16985027

http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC2951976/

http://articles.mercola.com/sites/articles/archive/2011/11/06/aspartame-most-dangerous-substance-added-to-food.aspx

http://www.healthline.com/health/aspartame-side-effects#Approval3

http://www.nhs.uk/livewell/goodfood/pages/the-truth-about-aspartame.aspx

http://www.cancer.org/cancer/cancercauses/othercarcinogens/athome/aspartame

http://m.thejakartapost.com/news/2014/07/20/politics-indonesia-art-meme.html

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *