Dapatkah anda memilih jenis kelamin bayi anda?

Ringkasan

Apakah benar bahwa jenis kelamin bayi sepenuhnya berada diluar kendali kita? Ternyata tidak! simak tipsnya pada artikel berikut

Dapatkah anda memilih jenis kelamin bayi anda?

BabiesPage1

Seiring dengan perkembangan jaman dan makin tingginya emansipasi wanita, jenis kelamin bayi pun semakin tidak penting. Namun tidak dapat dipungkiri berbagai pengaruh adat, budaya dan preferensi seringkali membuat orang tua mencari jenis kelamin tertentu. Apakah benar jenis kelamin bayi berada sepenuhnya diluar kendali para orang tua? Mari kita simak artikel berikut dan dapatkan tipsnya.

Apa sih yang menentukan jenis kelamin bayi?

ChromosomePage2

Sebelum kita bahas inti permasalahan artikel ini ada baiknya bila kita mengetahui terlebih dahulu dasar genetika manusia yang menentukan jenis kelamin kita.

Secara genetik, segala sifat fisik tubuh manusia ditentukan oleh DNA (DeoxyriboNucleic Acid) yang terdiri dari 44 kromosom dan 2 kromosom sex yang menentukan jenis kelamin manusia.

Kromosom ini selalu berpasang-pasangan, dimana separuhnya berasal dari sel telur (ovum) dan separuhnya berasal dari sel sperma. Begitu pula kromosom sex dimana XX merupakan kromosom wanita dan XY merupakan kromosom pria.HierarchyPage2

 

Karena ibu hanya memiliki kromosom XX, maka ovum pasti hanya membawa kromosom jenis X. Sedangkan pria yang memiliki kromosom X dan Y dapat memiliki sperma yang membawa salah satu dari kedua jenis kromosom tersebut. Maka dapat kita simpulkan bahwa penentu jenis kelamin bayi adalah sperma.

Lalu apa hubungannya?

Pada tahun 1960 seorang ilmuwan bernama Shettles menemukan bahwa sperma dengan kromosom X lebih besar dan lebih lambat dibandingkan dengan sperma yang memiliki kromosom Y sehingga Shettles menyarankan beberapa metode untuk memperbesar kemungkinan memiliki jenis kelamin tertentu.

Seiring dengan kemajuan teknologi dan penelitian lebih lanjut ternyata ditemukan bahwa perbedaan antara kedua sperma ini tidaklah signifikan. Sehingga metode Shettles pun mulai ditinggalkan dan ditemukanlah berbagai metode lain untuk memisahkan kedua jenis sperma ini. Akan tetapi, metode pemisahan sperma ini masih belum lazim tersedia dan tentu saja memerlukan biaya yang tidak sedikit.

Mari kita simak metode pertama, Metode Shettles

Shettles mendasarkan metodenya dari perbedaan antara sperma X dan Y. Shettles menemukan bahwa sperma X yang menghasilkan anak perempuan lebih besar dan lebih lambat serta dapat bertahan hidup hingga 2 hari lebih lama dibandingkan dengan sperma Y . Oleh karena itu Shettles menyarankan hal-hal berikut bila untuk memperbesar kemungkinan anak laki-laki:

1. usahakan berhubungan badan sedekat mungkin dengan masa subur karena lendir dari vagina akan makin encer yang membuat sperma Y akan makin cepat berjumpa dengan sel telur.

2. untuk meningkatkan jumlah dan kualitas sperma pria disarankan untuk:

a. hindari panas berlebih pada daerah selangkangan dengan menghindari pakaian yang ketat, berendam di air panas, dan laptop yang disandarkan pada paha.
b. hindari rokok dan minuman keras
c. hindari narkoba dan obat-obatan tertentu

3. berhubungan badanlah dengan posisi “doggy” agar penetrasi penis lebih dalam dan sperma lebih mudah mencapai sel telur.

4. usahakanlah agar wanita mencapai orgasme sebelum ejakulasi agar suasana asam pada vagina berkurang yang akan memperbesar kemungkinan hidup sperma Y.

5. karena sperma X dapat bertahan hidup hingga 5 hari didalam vagina maka dianjurkan agar menghindari berhubungan badan diluar tanggal yang telah ditentukan atau suami dapat menggunakan kondom.

6. Konsumsilah daging, ikan, sayur dan buah yang bersifat “basa” namun hindari makanan yang bersifat “asam” seperti susu dan produknya (keju dan yoghurt), kacang-kacangan, coklat, kerang dan roti

BellyPage3

Tidak hanya itu saja, Shettles pun menyarankan hal-hal berikut bila anda ingin memperbesar kemungkinan memiliki anak perempuan:

1. berhubungan badanlah beberapa hari sebelum tanggal ovulasi dengan anggapan bahwa sperma X yang lebih kuat dapat bertahan lebih lama untuk membuahi sel telur.

2. tingkatkan kualitas sperma pria dengan tips yang sama seperti diatas

3. berhubungan badan dengan posisi “missionary” dimana posisi ini membuat jarak yang harus ditempuh sperma lebih jauh dan memungkinkan sperma X yang lebih kuat membuahi sel telur

4. usahakanlah ejakulasi terjadi sebelum orgasme

5. Berkebalikan dari sebelumnya, konsumsilah susu dan produknya, nasi dan pasta yang bersifat “asam”
Shettles sendiri mengatakan bahwa kemungkinan keberhasilan dari metode ini mencapai hingga 85%. Namun peneliti lain yang mencoba meneliti metode ini nampaknya tidak menemukan hal serupa.

Metode Lain

Metode berikut merupakan metode yang berkembang setelah metode Shettles dianggap tidak lagi memberikan hasil yang memuaskan. Metode ini memiliki kemungkinan berhasil yang lebih besar namun hanya dapat dijumpai pada tempat-tempat tertentu saja.
Contoh dari metode tersebut adalah metode albumin Ericsson dan juga metode PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis).

Metode Albumin Ericsson

Metode albumin Ericsson menggunakan lapisan albumin untuk memisahkan sperma X dan Y. Setelah dipisahkan sperma tersebut akan kemudian dimasukkan ke dalam rahim ibu untuk kemudian membuahi sel telur.
Ada yang menyatakan tingkat keberhasilan dari metode ini mencapai 75% namun beberapa penelitian menyatakan bahwa metode ini memberikan hasil yang sedikit lebih baik dibandingkan dengan metode Shettles.

Metode PGD (Preimplantation Genetic Diagnosis)

Metode PGD mulai dikembangkan pada pertengahan tahun 1980 sebagai metode untuk menghindari penyakit genetik. Namun seiring dengan perkembangannya metode ini sering digunakan untuk menentukan jenis kelamin anak meskipun masih menuai kontroversi dari berbagai pihak.

Metode ini menggunakan pewarnaan khusus untuk mengetahui sperma yang memiliki susunan kromosom tertentu dan kemudian memisahkan sperma tersebut. Setelah dipisahkan, pembuahan akan dilakukan diluar rahim atau yang disebut dengan IVF (In Vitro Fertilization). Setelah itu barulah hasil pembuahan akan dimasukkan ke dalam rahim ibu untuk bertumbuh menjadi calon bayi. Untuk mengetahui bagaimana proses perkembangan bayi dalam kandungan bacalah artikel “Proses Kehamilan”

Haruskah kita menentukan jenis kelamin anak kita?

Sebetulnya harus atau tidaknya bergantung dari keputusan masing-masing pasangan sebab tidak ada metode yang akan memberikan hasil yang 100% sesuai dengan keinginan. Yang paling penting untuk disadari adalah bahwa anak merupakan titipan Tuhan yang sangat membutuhkan bimbingan dan kasih sayang terlepas dari apakah anak tersebut laki-laki ataupun perempuan.

Keywords: jenis kelamin, bayi, laki-laki, perempuan
dibuat oleh: dr. Hartanto

Daftar Pustaka
1. http://www.gender-baby.com/
2. http://activity.ntsec.gov.tw/lifeworld/english/content/gene_cc6.html
3. http://www.darwinthenandnow.com/2012/09/collapse-of-the-chromosomal-evolution-theory/human-chromosomes/
4. http://shubhamcoaching.com/8Reaching-the-Age-of-Adolescence.html
5. http://www.wikihow.com/Raise-the-Chances-of-Having-a-Boy
6. http://www.babycentre.co.uk/a549359/can-you-choose-to-have-a-boy-or-girl
7. http://www.essentialbaby.com.au/pregnancy/pregnancy-nutrition-and-wellbeing/old-wives-tales-and-gender-prediction-theories-20140522-38ql2.html
8. http://jezebel.com/5790638/the-history-of-pink-for-girls-blue-for-boys
9. http://humrep.oxfordjournals.org/content/12/9/1920.full.pdf
10. http://www.babymed.com/getting-pregnant/ericsson-method-gender-sex-selection
11. http://www.tmcfertility.com/treatment-options/pre-implantation-genetic-diagnosis-pgd/?lang=id
12. http://emedicine.medscape.com/article/273415-overview#showall

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *