Kenali Keputihan pada Wanita

Keputihan pada Wanita

Kenali keputihan pada wanita

Saya yakin setiap wanita pasti pernah mengalami keputihan yaitu keluarnya cairan dari daerah kewanitaan (vagina) paling tidak sekali dalam seumur hidup dan terkadang hal ini membuat anda cemas dan bahkan panik. Jadi apakah penyakit ini berbahaya? Apa sebenarnya keputihan itu? Apakah hal ini bisa diobati? Mari kita simak sedikit informasi mengenainya dan kenali keputihan yang Anda alami.

Keputihan (Fluor Albus / Leucorrhoea dalam bahasa kedokteran) merupakan cairan yang keluar dari vagina secara berlebihan. Keputihan ini dapat bersifat normal (fisiologis) , tetapi dapat juga berupa suatu penyakit (patologis). Penyakit ini tidak memandang usia, anak-anak mulai dari 2 tahun, wanita dewasa hingga wanita berusia diatas 45 tahun dapat mengalami keputihan.

keputihan normal pada wanitaKeputihan yang bersifat normal biasanya akan berwarna jernih atau putih keruh, tidak berbau, dan tidak gatal. Hal ini seringkali disebabkan oleh perubahan hormonal (menjelang menstruasi, menopaus, ketika sedang hamil), perubahan pH (penggunaan pembersih vagina secara berlebihan), stres, kelelahan fisik /psikis atau dapat juga karena iritasi dari bahan pakaian dalam yang digunakan.

Hal ini tidak berbahaya, bisa hilang dengan sendirinya, terutama jika pencetusnya berhenti atau dihentikan. Selama hal ini berlangsung kebersihan vagina harus selalu dijaga, dan usahakan selalu dalam keadaan kering, boleh memakai panty liner ketika dalam keadaan keputihan, tetapi hentikan jika sudah berhenti. Basuh vagina dengan cara yang benar , yaitu dari depan kebelakang kemudian keringkan dahulu sebelum memakai kembali pakaian dalam anda. Jika keputihan dirasakan terlalu sering terjadi dan menganggu disarankan untuk melakukan konsultasi dengan dokter.

Bagaimana jika keputihan yang Anda alami tidak seperti yang disebutkan diatas, tetapi berwarna kuning, kehijauan atau keabu-abuan, dengan disertai rasa gatal yang hebat, menganggu sekali, hingga menyebabkan iritasi disekitar daerah vagina akibat garukan ,serta berbau busuk/menusuk dan terkadang menyebabkan adanya nyeri ketika berkemih atau nyeri ketika berhubungan intim ? Keputihan inilah yang disebut sebagai keputihan yang patologis, yang menunjukan adanya infeksi atau penyakit tertentu.

keputihan abnormal pada wanitaKeputihan yang patologis dapat bersifat berbahaya jika tidak segera diobati. Infeksi yang dapat menyebabkan keputihan patologis diantaranya berupa infeksi parasit (Trichomonas Vaginalis), Jamur(Candida albicans), atau pun bakteri (Haemophilus vaginalis), dan masih banyak jenis yang lainnya.

Bagaimana infeksi ini bisa terjadi ? Higiene daerah vagina yang kurang ( arah basuh vagina dari belakang kedepan, air yang kotor), adanya benda asing , pemakaian alat kontrasepsi yang tidak cocok, daerah vagina yang terlalu lembab (memakai celana dalam dan short pants yang terlalu ketat dan sering), bahkan adanya tumor atau kanker pada daerah rahim/ vagina dapat menyebabkan terjadinya infeksi didalam vagina sehingga mengeluarkan keputihan yang patologis.

Pengobatan untuk keputihan patologis harus segera diberikan, karena pengobatan yang terlambat akan menyebabkan infeksi naik ke saluran kandungan bagian atas (saluran telur) , dan sebagian menyebabkan infeksi saluran kemi. Lakukan pemeriksaan kedokter untuk mengetahui penyebab keputihan yang Anda alami, sehingga dapat segera diberikan pengobatan yang sesuai. Penting untuk diperhatikan selama mengalami keadaan keputihan disarankan untuk tidak melakukan hubungan intim , karena pada beberapa infeksi sifatnya dapat menular.

Oleh : dr. Yi Yin Meria Daini

Referensi

  1. Learn More About Leucorrhoea/Flour Albus or Vaginal Discharge here
  2. Fluor Albus Herbal Treatment 2014. At https://aaktheresiana2014.wordpress.com/2014/11/11/fluor-albus-herbal-treatment/
  3. CDC STD Guidelines; MMWR 2006 Vol. 55/RR 11.
  1. Sobel JD.Vaginitis.New England Journal of Medicine. 1997: 337 (26): 1896 – 1903
  1. Introduction to Vaginitis, Cervicitis, and Pelvic Inflammatory Disease. David E. Soper. March 2013 . Click here to view.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *