Mitos-Mitos Seputar Seks Dari Segi Kedokteran

Mencuci Vagina Setelah Berhubungan Badan Dapat Mencegah Kehamilan

Terlambat sudah. Mencuci vagina setelah ejakulasi mungkin bisa saja mengurangi kemungkinan hamil, namun tidak efektif. Pada saat anda mencuci vagina, sebagian sperma sudah masuk ke bagian lebih dalam dan tidak dapat dicegah dengan mencuci. Kemungkinan hamil tetap ada dan ini bukan merupakan metode kontrasepsi efektif yang sudah terbukti dan dianjurkan oleh dokter / departemen kesehatan.

Berhubungan Seksual Sambil Berdiri Atau Loncat-loncat Sesudah Berhubungan Intim Dapat Mencegah Kehamilan

Tidak benar. Gravitasi merupakan gaya yang sangat lemah, apalagi dalam skala mikroskopik. Gaya yang berpengaruh besar di skala tersebut adalah tegangan permukaan (gerakan sperma di dalam cairan uterus). Sperma bergerak di dalam uterus juga dibantu dengan panduan termotaksis (perbedaan suhu) dan kemotaksis (zat kimia tertentu).

how-to-get-pregnant-if-sperm-motility-is-low

Mencocokan Tanggalan Dengan Kesuburan Merupakan Metode Kontrasepsi Yang Efektif

Tidak efektif. Ketika kita berbicara metode, kita harus mengikutsertakan elemen perilaku manusia ke dalamnya. Masalah dalam metode ini adalah, semua orang yang mengikuti metode ini pada suatu saat akan lupa, bosan, atau ada perubahan fisiologis kecil yang tidak disadari wanita (perubahan durasi siklus menstruasi). Hal-hal tersebut membuat metode ini sangat tidak menentu untuk merencanakan masa depan (perihal anak).

Keperawanan Selalu Ditandai Dengan Robeknya Selaput Darah

Tidak semua wanita lahir dengan selaput darah dan ada beberapa kondisi medis yang membutuhkan selaput darah wanita tersebut dirobek atau dibuang. Singkat kata, jangan terlalu cepat menilai dari apa yang terlihat oleh mata, banyak proses masa lalu pada tubuh manusia yang tidak anda ketahui.

Organ Genital Adalah Bagian Tubuh Paling Kotor

Tidak demikian. Tubuh manusia merupakan tempat berkembang biak berbagai organisme dari jamur, bakteri, sampai virus; tidak perduli lokasinya di mana. Namun, perlu kita ingat juga bahwa mikroorganisme tersebut membantu menjaga kulit tetap sehat (simbiosis mutualisme).

Bila flora normal kulit kita hilang atau mati, maka kita akan dengan segera jatuh sakit. Istilah “paling kotor” dalam hal ini tidak punya makna denotasi, namun lebih karena efek psikologis (karena beberapa orang terlalu sering ditakut-takuti).

Skin_Microbiome20169-300

Hubungan Badan Saat Menstruasi Berbahaya

Tidak berbahaya. Hanya ada perbedaan sedikit, saat menstruasi beberapa penyakit lebih mudah menular (mikroorganisme dari darah dan dinding uterus). Selalu gunakan kondom bila berhubungan intim pada saat itu. Hubungan intim saat menstruasi merupakan pilihan masing-masing pasangan.

Komunikasikan dengan baik keluhan dan kekhawatiran sebelum berhubungan intim, karena saat menstruasi beberapa pasangan mengeluhkan rasa nyeri, tidak nyaman, perasaan kotor, dan lain-lain.

Ukuran Penis Menentukan Kepuasan Seks

Mungkin. Banyak sekali faktor yang menentukan kepuasan seksual, tidak hanya ukuran fisik penis atau sempitnya vagina. Persepsi / ekspektasi masing-masing individu sangat berperan besar di sini.

Wanita yang memiliki pandangan bahwa penis pasangannya lebih kecil dari yang diharapkan (tidak perduli besar objektifnya), sering mengeluhkan tidak mendapat cukup kepuasan seksual. Begitupula dengan laki-laki, bila ia menganggap penisnya cukup besar maka ia akan lebih percaya diri dan dapat mencapai kepuasan seksual.

penis_size_by_race

Seks Selalu Berakhir Dengan Orgasme

Tidak. Paling tidak 25% pria dan 50% wanita pernah berpura-pura orgasme. Lebih lagi, hanya 1/3 wanita mengalami orgasme saat kopulasi (penis masuk ke dalam liang vagina). Jangan khawatir bila tidak mencapai orgasme saat hubungan seksual, karena itu merupakan hal yang sangat normal.

Saat orang ingin seks berakhir (bukan berarti tidak puas) namun tidak mau menyinggung perasaan pasangannya, maka orang itu akan berpura-pura orgasme. Tidak ada yang salah dengan cara itu, namun ada cara lain juga.

Komunikasikan baik-baik apa yang dirasakan dan diinginkan oleh pasangan anda (baik pria maupun wanita). Jangan terlalu fokus untuk mencapai orgasme, namun nikmatilah proses hubungan intim tersebut. Hal yang terpenting adalah anda dan pasangan anda merasakan kepuasan seksual, dengan atau tanpa orgasme.

kekasih_gelap

Remaja Akan Lebih Jarang Berhubungan Seks Bila Dilarang Melakukan Hubungan Seksual

Ternyata. Edukasi kesehatan seksual dengan cara abstinensi saja (tidak berhubungan seks sampai menikah) tidak mengurangi perilaku seks bebas, penularan penyakit menular seksual (PMS), dan kehamilan pada remaja.

Namun, edukasi kesehatan seksual komprehensif (abstinensi sebagai salah satu pilhan, alat-alat dan cara-cara kontrasepsi, fisiologi wanita dan pria, psikologi remaja, komunikasi efektif, dan lain-lain) terbukti tidak meningkatkan aktivitas seks, berhasil mengurangi penularan PMS, dan mengurangi kejadian kehamilan pada remaja.

Penulis: dr. Andrew Adiguna Halim

Referensi

1. Schorge, J. O., Schaffer, J. I., Halvorson, L. M., Hoffman, B. L., Bradshaw, K. D., & Cunningham, F. G. (2008). Williams gynecology. United States of America: The McGraw-Hill Companies.

2. Muehlendharda, C. L. & Sheena, K. S. (2010). Men’s and women’s reports of pretending orgasm. The Journal of Sex Research, 47(6). doi:10.1080/00224490903171794

3. Eisenman, R. (2001). Penis size: Survey of female perceptions of sexual satisfaction. BMC Women’s Health, 1(1). doi:10.1186/1472-6874-1-1

4. Frederick, D.A. & Anne, L. (2006). Does size matter? Men’s and women’s views on penis size across the lifespan. American Psychological Association, 7(3), 129-143. doi:10.1037/1524-9220.7.3.129

5. Francken, A. B., van de Wiel, H. B. M., van Driel, M. F., & Weijmar Schultz, W. C. M. (2002). What importance do women attribute to the size of penis? European Urology, 42, 426-431. Diunduh dari: https://www.rug.nl/research/portal/files/6668165/Francken_2002_European_Urology.pdf

6. Grimes, D. A., Gallo, M. F., Halpern V., Nanda K., Schulz K. F., & Lopez L.M. (2012). Fertility awareness-based methods for contraception (Review). The Cochrane Collaboration, 4. doi:10.1002/14651858.CD004860.pub2.

7. Levin, R. J. (2002). The physiology of sexual arousal in the human female: a recreational and procreational synthesis. Arch Sex Behav, 31(5), 405-11. Diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/12238607

8. Suarez, S. S. & Pacey A. A. (2005). Sperm transport in the female reproductive tract. Human Reproductive Update, 12(1), 23-37. doi:10.1093/humupd/dmi047

9. NHS Choice. (2015, 3 Maret). Can you have sex during period? Diunduh dari: http://www.nhs.uk/chq/Pages/3051.aspx?CategoryID=118

10. SOGC. Female orgasm: Myths and facts. Diunduh dari: http://sogc.org/publications/female-orgasms-myths-and-facts/ [20 September 2015]

11. Kohler, P. K., Manhart, L. E, & Lafferty, W. L. (2008). Abstinence-only and comprehensive sex education and the initiation of sexual activity and teen pregnancy. Journal of Adolescent Health, 42, 344–351. Diunduh dari: http://www.researchgate.net/profile/Pamela_Kohler/publication/5505124_Abstinence-only_and_comprehensive_sex_education_and_the_initiation_of_sexual_activity_and_teen_pregnancy/links/0deec5176c9a610b17000000.pdf

12. Kirby, D. B. (2008). The impact of abstinence and comprehensive sex and STD/HIV education programs on adolescent sexual behavior. Sexuality Research & Social Policy, 5(3), 18-27. doi:http://dx.doi.org/10.1525/srsp.2008.5.3.18

13. Stanger-Hall, K. F., & Hall, D. W. (2011). Abstinence-Only Education and Teen Pregnancy Rates: Why We Need Comprehensive Sex Education in the U.S. PLoS ONE, 6(10), e24658. http://doi.org/10.1371/journal.pone.0024658

14. Meylakhs, P. (2011). Dangerous knowledge vs. dangerous ignorance: Risk narratives on sex education in the Russian press. Health, Risk & Society, 13:3, 239-254. doi:10.1080/13698575.2011.558621

Comment (0)

  • Nyeri Pada Saat Melakukan Hubungan Seksual, Apa Saja Sebabnya? - ezMedicall| October 8, 2015

    […] • Gangguan psikis – Cemas, deperesi, rasa takut, minder dengan penampilan tubuh Anda sendiri, hal ini dapat menganggu keseimbangan dari hubungan biologis, sehingag penurunan libido serta rasa cemas yang muncul dapat membuat ketika dilakukan penetrasi menjadi tidak nyaman dan bahkan sakit/nyeri. Mencoba membiasakan untuk bercerita secara terbuka dengan pasangan Anda bahkan untuk masalah intim setiap ada masalah yang Anda alami, sehingga masalah-masalah tidak menumpuk dan hubungan Anda dengan pasangan akan selalu harmonis. (baca: Mitos-Mitos Seputar Seks Dari Segi Kedokteran) […]

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *