Nyeri Pada Saat Melakukan Hubungan Seksual, Apa Saja Sebabnya?

Ringkasan / Summary

“Pain is your body’s way of signaling that something is wrong. It’s a cue to take a step back and figure out what’s happening.” – Debra Herbenick, PhD . If you have sex and it comes become painful sex rather than pleasure feeling, this must be a concern. Most woman can experience this thing and can lead to reduce physical contact and love towards each other. Let’s take a look what causes it and what tips can we do to handle this problem.

“Nyeri adalah suatu mekanisme tubuh untuk memberikan signal bahwa ada sesuatu yang salah dari tubuh kita, ini merupakan suatu tanda yang harus diperhatikan dan dicari tahu apa sebabnya” – Debra Herbenick, PhD.

Jika ketika berhubungan seksual bukanlah sesuatu yang menyenangkan justru malah rasa sakit yang Anda rasakan, ini merupakan suatu masalah yang harus diperhatikan. Nyeri ketika berhubungan seksual merupakan masalah yang sering dialami oleh wanita dan dapat menganggu keharmonisan dari suatu hubungan. Simak apa saja penyebabnya dan sedikit tips untuk menanganinya.

Nyeri Pada Saat Melakukan Hubungan Seksual

Bagaimana jika ketika berhubungan seksual membuat Anda justru tidak merasa nyaman dan bahkan nyeri atau sakit pada saat berhubungan ? Tentunya rasa nyeri ketika berhubungan akan cukup menganggu dan bahkan dapat berakhir dengan hilangnya keinginan untuk berhubungan intim dengan pasangan yang tentunya akan menganggu suatu hubungan dan mempengaruhi mood/perasaan kedua pasangan tersebut.

Dispareunia (sebutan untuk nyeri ketika berhubungan seksual) ini ternyata dialami oleh wanita sebanyak 14% – 22%. WHO (World Health Organization) menemukan prevalensi tertinggi dialami oleh wanita dengan rentang usia 20 – 29 tahun dan pada beberapa studi ditemukan seperempat sampai dengan setengah dari wanita yang sudah menopausee (ketika homon-hormon wanita sudah tidak diproduksi lagi atau sangat sedikit jumlahnya) juga mengalami masalah ini.

Dispareunia merupakan istilah yang dipakai dimana nyeri terjadi pada daerah kewanitaan secara terus menerus atau nyeri ini terjadi sebelum, pada saat sedang melakukan, atau setelah melakukan hubungan intim.

Apa Saja Yang Dapat Menyebabkan Hal Ini?

Banyak hal yang dapat menyebabkan rasa nyeri ketika berhubungan seksual, penyebab nyeri dibagi menjadi gangguan secara fisik atau secara emosional (masalah berupa adanya stress, cemas, dll).

Penyebab dari nyeri fisik ketika berhubungan seksual sangat bervariasi dan berbeda-beda setiap orangnya tergantung dari apakah nyeri terjadi ketika penetrasi pertama kali dari penis kedalam liang vagina atau ketika penetrasi terjadi lebih dalam. Disamping masalah fisik, hal ini banyak sekali disebabkan oleh faktor emosi.

Closeup on woman's stomach in pain isolated on white background

Closeup on woman’s stomach in pain isolated on white background

Dikatakan adanya nyeri ketika berhubungan seksual(dispareunia) adalah jika Anda merasakan salah satu nyeri seperti:

– Nyeri terjadi hanya ketika dilakukannya penetrasi penis pertama kali kedalam liang vagina saat berhubungan intim
– Nyeri yang dirasakan terus menerus pada setiap penetrasi terjadi
– Muncul nyeri berulang ketika sebelumnya sudah pernah sembuh atau sempat merasakan berhubungan seksual tanpa adanya nyeri
– Rasa terbakar dan nyeri
– Nyeri berdenyut yang berlangsung beberapa jam setelah berhubungan seksual

Nyeri Pada Saat Penetrasi Pertama Kali

Nyeri yang dirasakan pada saat pertama kali penetrasi terjadi biasanya disebabkan oleh:

• Kurangnya lubrikasi (vagina terlalu kering). Jika hal ini terjadi disarankan untuk melakukan foreplay atau pemanasan lebih dahulu sebelum memulai suatu hubungan, sehingga sang wanita akan lebih rileks. Disamping itu hal ini juga sering terjadi pada wanita yang sudah memasuki menopause, untuk masalah ini dapat dicoba dengan dibantu oleh pelumas gel steril ataupun terapi hormon esterogen (konsultasi dengan dokter Anda).

• Infeksi / radang pada daerah sekitar kewanitaan (sehingga terjadi adanya luka atau gesekan). Keputihan atau infeksi pada daerah kewanitaan menyebabkan adanya rasa gatal dan menganggu daerah kewanitaan bisa menjadi salah satu sebab penyebab dari nyeri ketika penetrasi terjadi. Karena suatu infeksi akan membuat daerah sekitar dinding meradang, sehingga jika terjadi gesekan akan menimbulkan adanya lecet ataupun luka.

Konsultasikan dengan dokter untuk mengobati masalah keputihan, dan hindari berhubungan intim sampai masalah keputihan selesai. Jika dibiarkan terus menerus nyeri bisa dirasakan seperti rasa terbakar/perih sekali hingga nyeri yang berdenyut yang tidak hilang selama beberapa jam setelah hubungan seksual.

• Vaginismus (otot-otot pada daerah vagina mengencang/tegang/kontraksi terus menerus) sehingga hal ini akan membuat rasa seperti otot yang keram terus menerus,hal ini seringkali terjadi ketika wanita merasakan cemas, takut, atau panik. Sering terjadi pada pasangan yang baru menikah. Disarankan untuk rileks atau minta pasangan untuk membuat tenang dan dimulai secara perlahan.

• Kelainan bawaan, seperti selaput dara yang terlalu tebal sehingga penetrasi sulit dilakukan. Hal ini harus diperiksa oleh dokter dan dikonsultasikan dengan dokter spesialis kandungan.

Nyeri Pada Saat Setiap Penetrasi Dilakukan (Deep pain/Thrusting Pain)

Tidak peduli kapan pun penetrasi dilakukan, nyeri selalu dirasakan didaerah liang vagina maupun sekitar daerah kewanitaan. Nyeri dengan tipe seperti ini biasanya disebabkan oleh:

• Beberapa penyakit dan kondisi seperti endometriosis, infeksi pada daerah panggul, masalah pada rahim(kelainan bentuk atau adanya kista,miom,dll), bahkan adanya ambeien/wasir dapat menyebabkan adanya nyeri ketika dilakukannya penetrasi. Jika masalah Anda disebabkan oleh salah satu diatas lakukan fisioterapi, pijat atau relaksasi dan jika perlu konseling dengan dokter jika diperlukan obat-obat untuk membantu meringankan nyeri.

• Riwayat operasi atau obat-obatan. Adanya keloid atau jaringan ikat (tergantung dari bakat keloid setiap orang) yang terbentuk setelah operasi (pengangkatan rahim, operasi Miom, dll) juga dapat menyebabkan nyeri ketika dilakukannya hubungan seksual. Untuk itu penting sekali jika Anda mengkonsultasikan hal ini ke dokter yang melakukan operasi Anda, agar lebih paham dengan keadaan yang alami.

Penggunaan beberapa obat-obatan hormonal juga dapat membuat keadaan tertentu yang membuat nyeri ketika dilukan penetrasi, untuk itu pentingnya dilakukan konsultasi dengan dokter untuk penggunaan obat-obatan hormonal.

Masalah Emosional

Dispareuniaj

Emosi merupakan faktor yang berperan penting dalam melakukan hubungan seksual, untuk itu nyeri yang dialami pada saat berhubungan seksual beberapa bisa dikarenakan oleh adanya masalah emosional.Terganggunya secara emosi terus menerus dapat menurunkan libido, hasrat dan rasa sayang untuk pasangan sehingga dapat membuat suatu hubungan tidak lagi harmonis dan menganggu kelangsungan hubungan pasangan tersebut. Beberapa penyebab yang berhubungan dengan masalah emosional dapat berupa:

• Gangguan psikis – Cemas, deperesi, rasa takut, minder dengan penampilan tubuh Anda sendiri, hal ini dapat menganggu keseimbangan dari hubungan biologis, sehingag penurunan libido serta rasa cemas yang muncul dapat membuat ketika dilakukan penetrasi menjadi tidak nyaman dan bahkan sakit/nyeri. Mencoba membiasakan untuk bercerita secara terbuka dengan pasangan Anda bahkan untuk masalah intim setiap ada masalah yang Anda alami, sehingga masalah-masalah tidak menumpuk dan hubungan Anda dengan pasangan akan selalu harmonis. (baca: Mitos-Mitos Seputar Seks Dari Segi Kedokteran)

• Stres – Ketika hubungan intim dimulai dalam keadaan stres atau cemas yang berlebihan dan tidak tenang seluruh otot-otot panggul akan berkontraksi/mengeras sehingga ketika dilakukan penetrasi, otot-otot ini terlalu kaku yang menyebabkan terjadinya nyeri. Jika menemukan tanda-tanda pasangan Anda cemas atau stress, buat pasangan Anda agar lebih rileks atau nyaman misalnya mungkin dengan kamar yang sedikit redup tidak terlalu terang. Jika hal ini berlangsung terus menerus, disarankan untuk mengkonsultasikan masalah Anda ke seksolog.

• Riwayat pelecehan seksual – Beberapa wanita mungkin punya riwayat pernah mengalami suatu pelecehan seksual dan kejadian yang tidak menyenangkan yang berhubungan dengan suatu tindakan seksual. Hal ini tentunya menjadi suatu trauma untuk beberapa orang. Jika Anda adalah orang yang tertutup dan sulit untuk menceritakan hal ini dengan pasangan Anda, disarankan untuk sama-sama berkonsultasi dengan dokter atau seksolog, sehingga bisa dilakukan konseling bersama agar saling mendukung satu sama lain.

Pada beberapa kasus sulit sekali membedakan penyebab dari dyspareunia (nyeri ketika berhubungan seksual) yang disebabkan oleh masalah fisik ataupun gangguan emosional. Untuk itu pada kasus seperti ini, dokter membutuhkan pemeriksaan fisik mulai dari melihat apakah masalah berupa suatu infeksi dengan melakukan beberapa pemeriksaan darah, hingga pemeriksaan lengkap dengan USG dan bahkan bisa ditemukan adanya pemeriksaan hormonal jika diperlukan.

Maka penting sekali agar saling terbuka dengan pasangan pada saat pertama kali Anda mengalami masalah nyeri ketika berhubungan seksual dan jika masalah tidak terselesaikan jangan malu ataupun takut untuk melakukan konsultasi ke dokter ahli kandungan/Seksolog.

Jangan biarkan hal ini menetap lama, karena walaupun faktor kebahagiaan tidak diukur dari seberapa sering frekuensi intim dilakukan/orgasme pasangan (baca: Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan), tetapi kebutuhan biologis ini seringkali menganggu keharmonisan dari suatu hubungan. Mulailah suatu hubungan seksual dengan rileks, tidak tergesa-gesa, dan membuat nyaman satu sama lain.

Oleh : dr. Yi Yin Meria Daini

Referensi

1. Dypareunia. Sexual Health Australia . Available from : http://www.sexualhealthaustralia.com.au/page/dispareunia.html

2. John FS, Denniz AZ. Evaluation and Treatment of Dispareunia. American College of Obstetricians and Gynaecologists. Obstet Gynecol 2009 May;113:1124-36

3. Painful sex (dispareunia).Updated 20th August 2015;cited 24th September 2015. Available from : https://jeanhailes.org.au/health-a-z/sex-sexual-health/painful-sex-dispareunia

4. health.harvard.edu. When sex gives more pain than pleasure. Updated 1st May 2012; cited 24th September 2015 . Available from : http://www.health.harvard.edu/pain/when-sex-gives-more-pain-than-pleasure

5. prevention.com. 8 Reasons It Hurts During Sex-And How To Fix It.Kelly S. Updated 24th November 2014;cited 24th September 2015. Available at: http://www.prevention.com/sex/better-sex/solutions-painful-sex

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *