Puasa saat hamil

puasa saat hamil

Bolehkan ber-puasa saat hamil?

Pengenalan

Pada bulan suci Ramadhan tentunya para umat muslim diwajibkan untuk menjalankan ibadah puasa selama sebulan penuh. Sekitar 400 juta umat muslim menjalankan ibadah ini setiap tahunnya. Tentu terdapat beberapa pengecualian bagi umat muslim untuk tidak menjalankan ibadah ini, salah satunya adalah saat sedang datang bulan dan sedang sakit.

Namun, bagaimana puasa saat hamil? Ibu hamil tentunya membutuhkan berbagai macam nutrisi yang dapat mencukupi kebutuhan gizi ibu dan juga anaknya. Adanya tuntutan untuk berpuasa tentu membuat para ibu bingung apakah dengan berpuasa akan berpengaruh terhadap bayi atau tidak. Maka pada artikel kali ini akan kita kupas tuntas anjuran puasa pada ibu hamil dan bagaimana pengaruhnya terhadap bayi.

Beragam fakta mengenai puasa dan kehamilan

puasa saat hamil

Puasa pada ibu hamil sebenarnya masih merupakan sebuah kontroversi dalam dunia kedokteran. Berbagai penelitian mengenai puasa pada ibu hamil tidak menunjukkan adanya hasil yang konsisten. Satu penelitian menemukan bahwa puasa pada trimester pertama kehamilan dapat menyebabkan bayi lahir dengan berat badan yang lebih rendah. Ditunjang dengan penelitian lain yang menyatakan bahwa bayi tersebut menjadi lebih sulit mencerna pelajaran sekolah yang akan mempengaruhi nilai-nilai sekolahnya. Penelitian lain juga menunjukkan setelah dewasa bayi tersebut akan memiliki kondisi kesehatan yang secara umum lebih buruk bahkan dikaitkan dengan penyakit diabetes dan penyakit jantung koroner.

Namun penelitian lain mengungkapkan bahwa berpuasa setelah trimester pertama tidak memiliki pengaruh yang signifikan terhadap jabang bayi yang dikandung. Penelitian lain juga menyatakan bahwa puasa selama kehamilan tidak menyebabkan kelahiran bayi yang sebelum waktunya atau prematur.

Lalu, haruskah ber-puasa saat hamil?

Hal ini tentu harus disesuaikan dengan kondisi ibu sebelum dan saat berpuasa. Bila ibu merasa sehat dan sanggup untuk menjalankan ibadah puasa saat hamil, dan dinyatakan sehat setelah diperiksa oleh bidan atau dokter maka ibu boleh untuk menjalankan ibadah puasa. Namun apabila ibu merasa tidak sanggup maka sebaiknya ibu jangan menjalankan ibadah puasa.

Kenali tanda bahayanya

puasa saat hamil

Untuk para ibu hamil yang sedang berpuasa, anda harus mengenali berbagai tanda berbahaya pada saat menjalankan ibadah puasa. Tanda-tanda tersebut berupa:

  1. Berat badan yang tidak kunjung naik
  2. Warna kencing menjadi sangat pekat
  3. Nyeri kepala hebat ataupun demam
  4. Muntah-muntah hebat
  5. Anda merasa sangat lemah, pusing ataupun lelah
  6. Pergerakan bayi dirasakan berkurang

Tips untuk puasa saat hamil

Berikut beberapa tips untuk ibu hamil yang ingin menjalani ibadah puasa:

  1. Periksakan diri terlebih dahulu sebelum berpuasa untuk mencari tau tingkat kesehatan dan juga adanya penyulit kehamilan seperti diabetes ataupun anemia (kurang darah).
  2. Kurangilah minuman berkafein seperti kopi, teh dan soda
  3. Cukupi kebutuhan cairan anda, yakni 1,5 hingga 2 liter pada saat sahur dan buka puasa
  4. Hindari makanan atau minuman yang terlalu manis dan konsumsilah makanan dengan karbohidrat kompleks, seperti nasi atau kentang, agar kadar gula darah anda tidak turun dengan cepat
  5. Sesuaikanlah beban kerja anda agar tidak membebani tubuh anda lebih lanjut
  6. Anda dapat berkonsultasi lebih lanjut dengan dokter anda mengenai pola makan yang sesuai untuk anda

Untuk para ibu hamil yang memang tidak dapat berpuasa tidak perlu khawatir. Sesuai dengan surat Al-Baqarah [2:184] “Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar fidyah”. Surat tersebut menyatakan apabila anda memang tidak dapat berpuasa maka puasa tersebut dapat digantikan di hari lain sejumlah hari yang ditinggalkan. Disarankan untuk berpuasa pada saat menyusui ataupun setelahnya dan sebelum bulan Ramadhan berikutnya.

Kesimpulan

Puasa saat hamil itu memungkinkan apabila sehat dan yakin sanggup untuk menjalankan ibadah puasa. Tidak disarankan ibu yang sedang hamil untuk berpuasa pada trimester pertama kehamilan dan bagi ibu yang tidak puasa dapat digantikan puasa tersebut pada hari lain. Kenali tanda bahayanya dan bila terjadi sesuatu segera hubungi dokter kepercayaan anda.

Oleh : dr . Hartanto

Referensi

  1. Ziaee V, Kihanidoost Z, Younesian M, et al. The Effect of Ramadan Fasting on Outcome of Pregnancy. Iran J Pediatr. 2010 Jun; 20(2): 181–186. diunduh dari: http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3446023/ pada 25 Juni 2015
  1. Almond D, Mazumder B, van Ewijk R. Fasting during Pregnancy and Children’s Academic Performance. Netspar. DP 12: 2011-113 diunduh dari: http://arno.uvt.nl/show.cgi?fid=121968 pada 25 Juni 2015
  1. van Ewijk R. Long-term Health Effects on the nextgeneration of Ramadan fasting during prenancy. Journal of Health Economics.2011; 30: 1246–60. diunduh dari: http://www.economists.nl/files/20121214-JHE-Long-termhealtheffectsonthenextgenerationofRamadanfastingduringpregnancy.pdf pada 25 Juni 2015
  1. http://www.babycentre.co.uk/a1028954/fasting-in-pregnancy
  2. http://www.bbc.com/news/health-10927611
  3. http://islamqa.info/en/21589
  4. https://tafsiralquran2.wordpress.com/2012/11/25/2-184/
  5. http://www.greenprophet.com/2012/08/small-babies-ramadan/
  6. https://www.citelighter.com/science/psychology/knowledgecards/learning-disabilities
  7. http://thedailyhatch.org/2014/07/27/schaeffer-sunday-abortion-debating-with-ark-times-bloggers-part-12-is-there-a-biological-reason-to-be-pro-life-and-the-article-how-francis-schaeffer-shaped-michele-bachmans-pro-life-views/

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *