Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan?

Summary

“Apakah berhubungan seksual dua kali seminggu sudah cukup? Ataukah harus dilakukan setiap hari?” Seberapa seringkah normalnya pasangan yang sehat melakukan hubungan seksual? Simak artikel berikut dan temukan jawabannya.

Ringkasan

“Does having sex twice a week is enough? or should it be done everyday?” How often should a happy and healthy spouse have sex? Read this article and find out the answer yourself.
Dibuat oleh: dr. Hartanto

Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan?

Hubungan seksual merupakan sesuatu yang indah, seringkali juga dianggap sebagai salah satu perekat dalam hubungan rumah tangga. Namun masih menjadi topik pembicaraan yang dianggap tabu. Padahal informasi mengenai topik ini sangat penting diketahui. Tidak jarang orang-orang yang memiliki banyak pertanyaan mengenai permasalahan seksual pun kebingungan mencaritahu mengenai hal tersebut.

sexual frequency EDIT

Pertanyaan yang seringkali muncul adalah seberapa seringnya hubungan seksual yang dianggap normal. Apakah cukup satu kali seminggu? Ataukah harus dilakukan setiap hari? Pasangan kerap kali mencemaskan terlalu seringnya berhubungan seksual atau bahkan terlalu jarang. Kecemasan ini dapat menyebabkan adanya rasa stres, depresi, kepercayaan diri atau bahkan dapat mengakhiri hubungan yang sehat antara pasangan tersebut.

Berapa Kalikah Rata-rata Pasangan Berhubungan Seksual?

sexualfrequencyfinal

Menurut General Social Survey, sebuah badan yang mencatat perilaku seksual di Amerika sejak tahun 1970 rata-rata pasangan usia 20 tahun melakukan hubungan seksual sebanyak 111 kali per tahun.

Apakah ini berarti pasangan yang melakukan hubungan seksual lebih atau kurang dari 111 kali per tahun disebut tidak normal?

Tentu Tidak! Pola hubungan seksual setiap pasangan sangat bervariasi mulai dari bentuk dan seberapa sering hubungan seksual tersebut. Adapun hal-hal tersebut dipengaruhi oleh beberapa faktor, seperti:

· usia
· kondisi hidup
· kesehatan fisik dan mental
· obat-obatan yang dikonsumsi
· ketidak seimbangan hormon
· rasa duka
· stres dan beban kerja
· status hubungan
· riwayat trauma atau kekerasan
· berkurangnya ketertarikan baik secara fisik ataupun mental
· kurangnya rasa percaya dalam sebuah hubungan
· dan banyak faktor lain

Kita sebagai manusia diciptakan unik adanya, begitu pula dengan kehidupan seksual setiap manusia bersifat unik. Ada yang diciptakan heteroseksual (menyukai lawan jenis), adapula yang diciptakan homoseksual (menyukai sesama jenis) bahkan biseksual (keduanya). Tidak ada masalah selama hal itu tidak dilakukan secara ilegal, mempengaruhi rasa percaya diri ataupun mengganggu aktivitas dan kehidupan sehari-hari.

Lalu Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan?

Menurut seorang ahli urologis dari Amerika, dr. Marc Richman, tidak ada definisi yang benar-benar tepat mengenai frekuensi berhubungan seksual. Sebenarnya bukanlah mengenai seberapa seringnya pasangan melakukan hubungan seksual namun apakah mereka sudah bahagia dengan hubungan seksual yang mereka lakukan.

Hubungan seksual pun tidak dapat dijadikan sebuah patokan yang pasti tentang kebahagiaan dari sebuah pasangan. Menurut sebuah penelitian, hubungan seksual sebuah pasangan cenderung menurun seiring dengan bertambahnya usia. Apakah ini berarti mereka lantas dianggap makin tidak bahagia? Tentu saja tidak!

Menurut sebuah penelitian, pasangan yang bahagia rata-rata melakukan hubungan seksual sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu. Dan diduga hubungan seksual sebanyak 2 hingga 3 kali seminggu ini membuat pasangan tersebut makin bahagia. Sehingga apabila memang sebuah pasangan belum menemukan pola hubungan seksualnya seringkali disarankan berhubungan seksual 2 hingga 3 kali seminggu.

Lalu Bagaimana Bila Saya Tidak Senang Dengan Hubungan Seksual Saya?

Apabila anda sudah bahagia akan kehidupan seksual anda dengan pasangan anda maka itulah hubungan seksual yang normal bagi anda. Namun yang seringkali terjadi adalah salah seorang atau kedua pasang tidak mengalami kebahagiaan dalam kehidupan seksual mereka dan mereka takut untuk membicarakan hal tersebut.

Hal ini menyebabkan adanya ketidak bahagiaan bahkan seringkali mereka memendam ketidakbahagiaan mereka karena mereka takut mengecewakan pasangan mereka.

Hal ini sangat tidak dianjurkan untuk kebahagiaan pasangan! Apabila terdapat ketidakcocokan antara anda dengan pasangan anda, bicarakanlah dan komunikasikanlah. Apabila diperlukan anda berdua dapat menghubungi pakar seksologi untuk melakukan konsultasi mengenai hal ini.

Ingatlah bahwa hubungan seksual bukan mengenai seberapa seringnya ataupun posisi tertentu ataupun hal lainnya akan tetapi seberapa bahagia hubungan seksual tersebut.

Daftar Pustaka

1. http://www.huffingtonpost.com/robert-weiss/how-much-sex-is-healthy_b_4214472.html
2. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC3132270/
3. http://www.dailymail.co.uk/health/article-2611080/How-couples-sex-Twice-week-not-long-claims-leading-doctor.html
4. http://www.jezebel.com/the-truth-about-how-much-a-happy-couple-should-have-sex-1531835849
5. http://www.yourtango.com/experts/lissa-rankin/sexual-frequency-how-much-sex-enough
6. http://www.scienceofrelationships.com/home/2012/4/6/the-ins-and-outs-of-sexual-frequency.html

Comment (0)

  • Nyeri Pada Saat Melakukan Hubungan Seksual, Apa Saja Sebabnya? - ezMedicall| October 8, 2015

    […] kebahagiaan tidak diukur dari seberapa sering frekuensi intim dilakukan/orgasme pasangan (baca: Seberapa Sering Seharusnya Hubungan Seksual Dilakukan), tetapi kebutuhan biologis ini seringkali menganggu keharmonisan dari suatu hubungan. Mulailah […]

  • Leave a Reply

    Your email address will not be published. Required fields are marked *